Tampilkan postingan dengan label Info n Share. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info n Share. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juli 2009

KEMULIAAN AKHLAQ AL-MUSTOFA RASULULLAH MUHAMMAD SAW

1. Rasulullah Saw bersabda: "Aku kesayangan Allah (dan tidak congkak). Aku membawa panji "PUJIAN" pada hari kiamat, di bawahnya Adam dan yang sesudahnya (dan tidak congkak). Aku yang pertama pemberi syafa'at dan yang diterima syafaatnya pada hari kiamat (dan tidak congkak). Aku yang pertama menggerakkan pintu surga dan Allah membukanya untukku dan aku dimasukkanNya bersama-sama orang-orang beriman yang fakir (dan tidak congkak). Dan Aku lah paling mulia dari kalangan terdahulu dan terbelakang di sisi Allah (dan tidak congkak)." (HR. Tirmidzi)

2. Ketika Aisyah Ra ditanya tentang akhlak Rasulullah Saw, maka dia menjawab, "Akhlaknya adalah Al Qur'an." (HR. Abu Dawud dan Muslim)

3. Aku penutup para nabi. Tidak ada nabi lagi sesudah aku. (HR. Ahmad dan Al Hakim)

4. Aku diberi (oleh Allah) hikmah-hikmah yang banyak dalam ucapan-ucapan yang sedikit. (Maksudnya, ucapan-ucapan beliau singkat tetapi mengandung makna yang luas dan dalam). (HR. Ahmad)

5. Kepada Rasulullah Saw disarankan agar mengutuk orang-orang musyrik. Tetapi beliau menjawab: "Aku tidak diutus untuk (melontarkan) kutukan, tetapi sesungguhnya aku diutus sebagai (pembawa) rahmat." (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, "Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah beliau mengeluh "Ah" terhadapku dan belum pernah beliau menegur, "kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini." (HR. Ahmad)

7. Rasulullah Saw melakukan shalat malam sehingga kedua kakinya bengkak. Beliau juga tidak senang bila ada orang berjalan di belakangnya. (Artinya, tidak sejajar dan berjalan di belakangnya dengan maksud untuk menghormati beliau.) (HR. Bukhari dan Muslim)

8. Anas Ra berkata, "Rasulullah Saw adalah orang yang paling baik, paling dermawan (murah tangan), dan paling berani". (HR. Ahmad)

9. Tiada seorang beriman hingga aku lebih dicintai dari ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia. (HR. Bukhari)

10. Aku Muhammad dan Ahmad (terpuji), yang dihormati, yang menghimpun manusia, nabi (penyeru) taubat, dan nabi (penyebar) rahmat. (HR. Muslim)

KISAH ::
Diriwayatkan pula disaat perang Hunain selesai, Rasul saw memberi pada Sofwan 100 ekor unta, lalu 100 ekorlagi dan 100 ekor lagi, berkata Sofwan : “Sungguh Ia (Rasul saw) adalah orang yangpaling kubenci, namun ia tak henti hentinya memberiku sampai ia menjadi orang yangpaling kucintai” (Shahih Muslim hadits no.2313). Alangkah penyantunnya Nabi kita ini,bukanlah kecintaan Sofwan karena pmberian harta, namun kebenciannya lunturmenghadapi manusia mulia yang memberinya dan saat ia tak berterimakasih justru iaditambah lagi.. dan lagi…, tidak pernah kita temukan seorang dermawan dimuka Bumi yang setelah ia memberi dan yang diberi tak berterimakasih malah ia menambahnya lagi dan lagi, dan sesekali bukanlah barang yang murah, karena harga seekor Untahampir menyamai 40 ekor kambing, dan beliau memberikannya 100 ekor onta, dan Sofwan tak berterimakasih dan tetap membencinya, beliau menambahnya lagi 100ekor unta, lalu menambah lagi 100 ekor unta, lunturlah Sofwan.. ia lebur.. tak ada lagi yang lebih dicintainya selain Muhammad saw.

Di antara akhlaq mulia Al-Musthofa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :

Ketika seseorang membisikkan berita kepada Rasulullah, dan hal itu baru beliau alami pertama lali. Sewaktu dibisiki oleh orang itu, beliau langsung mengalihkan kepalanya hingga orang itu sendiri yang mengalihkan kepalanya. Dan tiada seorang pun yang menjabat tangan beliau lalu beliau melepaskannya kecuali orang tersebut yang melepaskannya duluan. Begitu halnya beliau bercakap-cakap dengan seseorang, maka beliau tidak memalingkan wajahnya bila orang tersebut belum pergi dan tidak pernah beliau memotong percakapan seseorang sampai selesai kecuali orang itu telah keterlaluan, beliau harus memutuskan pembicaraan itu, serta melarang orang itu bicara atau beliau sendiri yang bangkit berdiri. Selain itu beliau juga selalu mendahulukan salam kepada orang yang dijumpainya dan bila beliau berjumpa dengan salah satu para sahabatnya, maka beliaulah yang mendahului berjabat tangan.


Rasulullah adalah sebaik-baiknya teladan,

tak seorangpun melakukan shalat terkecuali

diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw…

diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw…

diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw…

diwajibkan Nya bersalam pada Muhammad saw…

dan diwajibkan Nya bershalawat pada Muhammad saw…

Minggu, 19 Juli 2009

Pendapat para Imam dan Muhadditsin mengenai Bid’ah



1. Al Hafidh Al Muhaddits Al Imam Muhammad bin Idris Assyafii rahimahullah
(Imam Syafii)
Berkata Imam Syafii bahwa bid’ah terbagi dua, yaitu bid’ah mahmudah (terpuji) dan bid’ah madzmumah (tercela), maka yang sejalan dengan sunnah maka ia terpuji, dan yang tidak selara dengan sunnah adalah tercela, beliau berdalil dengan ucapan Umar bin Khattab ra mengenai shalat tarawih : “inilah sebaik baik bid’ah”. (Tafsir Imam Qurtubiy juz 2 hal 86-87)

2. Al Imam Al Hafidh Muhammad bin Ahmad Al Qurtubiy rahimahullah
“Menanggapi ucapan ini (ucapan Imam Syafii), maka kukatakan (Imam Qurtubiberkata) bahwa makna hadits Nabi saw yang berbunyi : “seburuk buruk permasalahanadalah hal yang baru, dan semua Bid’ah adalah dhalalah” (wa syarrul umuurimuhdatsaatuha wa kullu bid’atin dhalaalah), yang dimaksud adalah hal hal yang tidaksejalan dengan Alqur’an dan Sunnah Rasul saw, atau perbuatan Sahabat radhiyallahu anhum, sungguh telah diperjelas mengenai hal ini oleh hadits lainnya : “Barangsiapamembuat buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yang buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya” (Shahih Muslim hadits no.1017) dan hadits ini merupakan inti penjelasan mengenai bid’ah yang baik dan bid’ah yang sesat”. (Tafsir Imam Qurtubiy juz 2 hal 87)

3. Al Muhaddits Al Hafidh Al Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf Annawawiy
rahimahullah (Imam Nawawi)
“Penjelasan mengenai hadits : “Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yang dosanya”, hadits ini merupakan anjuran untuk membuat kebiasaan kebiasaan yang baik, dan ancaman untuk membuat kebiasaan yang buruk, dan pada hadits ini terdapat pengecualian dari sabda beliau saw : “semua yang baru adalah Bid’ah, dan semua yang Bid’ah adalah sesat”, sungguh yang dimaksudkan adalah hal baru yang buruk dan Bid’ah yang tercela”. (Syarh Annawawi ‘ala Shahih Muslim juz 7 hal 104-105) Dan berkata pula Imam Nawawi bahwa Ulama membagi bid’ah menjadi 5, yaitu Bid’ah yang wajib, Bid’ah yang mandub, bid’ah yang mubah, bid’ah yang makruh dan bid’ah yang haram.

Bid’ah yang wajib contohnya adalah mencantumkan dalil dalil pada ucapan ucapan yang menentang kemungkaran, contoh bid’ah yang mandub (mendapat pahala biladilakukan dan tak mendapat dosa bila ditinggalkan) adalah membuat buku buku ilmusyariah, membangun majelis taklim dan pesantren, dan Bid;ah yang Mubah adalahbermacam macam dari jenis makanan, dan Bid’ah makruh dan haram sudah jelasdiketahui, demikianlah makna pengecualian dan kekhususan dari makna yang umum,sebagaimana ucapan Umar ra atas jamaah tarawih bahwa inilah sebaik2 bid’ah”.(Syarh Imam Nawawi ala shahih Muslim Juz 6 hal 154-155)

4. Al Hafidh AL Muhaddits Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy
rahimahullah
Mengenai hadits “Bid’ah Dhalalah” ini bermakna “Aammun makhsush”, (sesuatu yangumum yang ada pengecualiannya), seperti firman Allah : “… yang Menghancurkansegala sesuatu” (QS Al Ahqaf 25) dan kenyataannya tidak segalanya hancur, (*ataupula ayat : “Sungguh telah kupastikan ketentuanku untuk memenuhi jahannam dengan jin dan manusia keseluruhannya” QS Assajdah-13), dan padakenyataannya bukan semua manusia masuk neraka, tapi ayat itu bukan bermakna keseluruhan tapi bermakna seluruh musyrikin dan orang dhalim.pen) atau hadits : “aku dan hari kiamat bagaikan kedua jari ini” (dan kenyataannya kiamat masih ribuan tahun setelah wafatnya Rasul saw) (Syarh Assuyuthiy Juz 3 hal 189).

Maka bila muncul pemahaman di akhir zaman yang bertentangan dengan pemahaman para Muhaddits maka mestilah kita berhati hati darimanakah ilmu mereka?, berdasarkan apa pemahaman mereka?, atau seorang yang disebut imam padahal ia tak mencapai derajat hafidh atau muhaddits?, atau hanya ucapan orang yang tak punya sanad, hanya menukil menukil hadit dan mentakwilkan semaunya tanpa memperdulikan fatwa fatwa para Imam?


Copas from: Kenalilah Aqidahmu – Al Habib Munzir Almusawa.

Minggu, 05 Juli 2009

Menjadi Remaja yang Dicintai Allah

Allah sangat menyukai seorang pemuda yang waktunya ia gunakan untuk beribadah kepadaNya. Malah Allah lebih menyukainya daripada ibadahnya orang yang telah lanjut usia.

Sementara Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “ Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dengan beribadah kepada Allah (selalu beribadah), seseorang yang hatinya bergantung kepada mesjid (selalu melakukan salat jamaah di dalamnya), dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk berzina), tapi ia mengatakan: Aku takut kepada Allah, seseorang yang memberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kanannya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kirinya dan seseorang yang berzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya. “ (Shahih Muslim No.1712)

kita semua tahu, masa muda adalah masa keemasan seorang manusia, tahap yang menjembatani antara masa kanak-kanak dan dewasa, juga masa dimana seseorang mulai membentuk karakter dirinya.

Teringat sebuah nasehat dari KH. Abdullah Gymnastiar, bahwa jika di usia 15 s.d 25 tahun dibiarkan sia-sia, maka selepas itu, tinggal ada dua pilihan ; mau jadi mutiara atau mau jadi sampah?”

Kalimat yang amat bijak, kiranya tidak berlebihan yang di katakan oleh Aa Gym di atas. Banyak orang yang baru menyadari betapa pentingnya masa remaja, hingga pada saat senjanya baru ia menyesali, mengapa masa mudanya tergadai percuma hanya dengan hura-hura.

jangan sampai kita tertipu dengan kesenangan dunia, hingga melupakan urusan akhirat. ‘Jadikanlah duniamu sebagai ladang untuk akhiratmu’. Allah telah memberi peringatan kepada manusia agar memanfaatkan waktunya dengan baik :

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (Q.S Al-Ashr: 1-3)

Saya kagum dengan salah seorang kakak kelas saya, ketika ia menjadi pembicara pada kegiatan ROHIS di SMU saya, ia bercerita bahwa ketika menjadi ketua OSIS, yang ada dibenaknya hanyalah bagaimana ia bisa memanfaatkan jabatannya itu untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat memperluas syiar Islam. Sekali lagi, saya kagum dengan caranya memanfaatkan kemampuan yang ia miliki, ia pandai menjadi seorang motivator, maka itulah yang terus ia kembangkan untuk membawa manfaat bagi orang lain. Itulah ciri pemuda yang dicintai Allah. Pemuda yang mengoptimalkan potensi dirinya untuk kepentingan agama Allah dan makhluk lain.

Marilah kita mencontohi para sahabat Rasul yang telah menjadi brilian di masa mudanya, seperti Zaid bin Tsabit, Usamah bin Zaid bin Haritsah, Asma’ binti Abu Bakar dan lain-lain. Di usia muda mereka telah memberikan kontribusi bagi perjuangan da’wah Rasulullah.

Janganlah menunggu datangnya masa tuamu untuk memulai ketaatan kepada Allah, tak terhitung nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, sejak dalam kandungan ibu, kita telah diberi rizqi dan perlindungan oleh Allah, ketika sudah dilahirkan, Allah menjaga kita melalui tangan ayah dan bunda, Allah menyayangi kita melalui perhatian dan kasih sayang ayah dan bunda. Namun ketika punggung kita mulai kuat untuk tegak, kaki telah kokoh untuk berpijak, ketika kita tumbuh menjadi manusia baligh yang sempurna, kita lalai atas nikmat Allah, kita durhakai Dia dengan dosa yang kita lakukan tanpa rasa bersalah.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur” (An-Nahl: 78)

Namun, sedikit saja kesulitan menimpa kita, kita mulai berputus asa, entah menyalahkan siapa. Dan mulai menjauh dari Allah. Dan ingatlah, yang menimpa kita terkadang adalah hasil perbuatan kita sendiri

“sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikit pun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zhalim terhadap diri mereka sendiri (Q.S Yunus : 44)”

“katakanlah, ‘Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk, maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu untuk kecelakaan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu” (Q.S Yunus: 108)

Jadikan dirimu berharga, hilangkan rasa minder, karena minder adalah menganggap diri sendiri cacat, sementara orang lain sempurna tanpa cacat. Bersyukrurlah atas apa-apa yang Allah berikan atas diri kita, apakah itu kelebihan maupun kekurangan. kelebihan yang Allah berikan adalah alasan untuk tidak minder, dan kekurangan yang Allah berikan adalah alasan untuk tidak sombong.

Mari kita menjadi muslim yang istiqomah, tidak taqlid kepada budaya yang berlawanan dengan ajaran Islam. Sebaik-baik ajaran adalah yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.


I’m Proud to be Muslim.


Wallahu a’lam Bishawab.

Jumat, 03 Juli 2009

Hidup Sehat Dengan Pola Makan Rasulullah SAW

Banyak penyakit yang bersumber dari dalam perut kita. Padahal sebagai umat Islam kita telah ditunjukkan Allah seorang contoh yang demikian sempurna. Mulai dalam segala hal termasuk makan. yaitu Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam.

Hal pertama yang menjadi menu keseharian Rasulullah adalah udara segar di subuh hari. Telah kita ketahui udara pagi kaya akan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain. Dan ini sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya sehari penuh. Maka jangan heran, jika tidak bangun subuh kita terasa malas untuk melakukan aktivitas keseharian. Selanjutnya Rasulullah menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan giginya.

Lepas subuh, Rasulullah membuka menu sarapannya dengan segelas air yang dicampur madu asli. Khasiatnya luar biasa. Dalam Al-Qur’an, kata ‘syifa’/ kesembuhan, yang dihasilkan oleh madu, diungkapkan dengan isim nakirah, yang berarti umum, menyeluruh. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi memberishkan lambung, mengaktifkan usus-usus, menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.


Masuk waktu dhuha, Rasulullah selalu makan tujuh butir kurma ajwa’/ matang. Sabda beliau, barangsiapa yang makan tujuh butir korma, maka akan terlindungi dari racun. Dalam sebuah penelitian di Mesir, penyakit kanker ternyata tidak menyebar ke daerah-daerah yang penduduknya banyak mengkonsumsi kurma. Belakangan terbukti bahwa kurma mengandung zat-zat yang bisa mematikan sel-sel kanker. Maka tidak perlu heran kalau Allah menyuruh Maryam ra, untuk makan kurma di saat kehamilannya, sebab memang itu bagus untuk kesehatan janin.

Dahulu, Rasulullah selalu berbuka puasa dengan segelas susu segar dan kurma, kemudian shalat maghrib. Kedua jenis makanan itu kaya dengan glukosa, sehingga langsung menggantikan zat-zat gula yang kering setelah seharian berpuasa. Glukosa itu sudah cukup mengenyangkan, sehingga setelah shalat maghrib, tidak akan berlebihan apabila bermaksud untuk makan lagi.

Jika tidak berpuasa, menjelang sore hari, menu Rasulullah selanjutnya adalah cuka dan minyak zaitun. Tentu saja bukan Cuma cuka dan minyak zaitunnya saja, tetapi dikonsumsi dengan makanan pokok, seperti roti misalnya. Manfaatnya banyak sekali. Diantaranya mencegah lemah tulang dan kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolestrol, dan memperlancar pencernaan. Ia juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.

Di malam hari, menu utama Rasulullah adalah sayur-sayuran. Secara umum sayur-sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu memperkuat daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit. Jadi, asalkan namanya sayuran, sepanjang itu halal, Insya Allah bergizi tinggi.
Di samping menu wajib di atas, ada beberapa jenis makanan yang disukai Rasulullah tetapi beliau tidak rutin mengkonsumsinya. Di antaranya tsarid, yaitu campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak. Jadi kira-kira seperti bubur ayam. Kemudian beliau juga senang makan buah yaqthin atau labu manis, yang terbukti bisa mencegah penyakit gula. Kemudian beliau juga senang makan anggur.



  • ATUR POLA MAKAN
Cara mengkonsumsi makanan juga tidak kalah pentingnya dengan pemilihan menu. Sebab setinggi apapun gizinya, kalau pola makan tidak teratur, akan buruk akibatnya. Yang paling penting adalah meghindari isrof. Atau ‘berlebihan’. Kata Rasulullah, “cukuplah bagi manusia itu beberapa suap makanan kalaupun harus makan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk air minumnya dan sepertiga lagi untuk nafasnya (hadits)”

Ketika seseorang terlalu banyak makanannya, maka lambungnya akan penuh dan pernafasannya tidak bagus, sehingga zat-zat yang terkandung dalam makanan tersebut menjadi tidak berfungsi dengan baik. Imbasnya, kondisi fisik menjadi tidak prima, dan aktivitas pun tidak akan maksimal. Kenyang adalah tercukupinya tubuh oleh zat-zat yang dibutuhkannya, sesuai dengan proporsi dan ukurannya. Jadi ini penting: JANGAN KEKENYANGAN!

Kemudian Rasulullah juga melarang untuk makan lagi sesudah kenyang. Suatu hari, di masa setelah wafatnya Rasulullah, para sahabat mengunjungi Aisyah ra. Waktu itu Daulah Islamiyah sudah sedemikian luas dan makmur. Lalu sambil menunggu Aisyah ra, para sahabat yang sudah menjadi orang-orang kaya, saling bercerita tentang menu makanan mereka yang meningkat dan bermacam-macam. Aisyah yang mendengar hal itu tiba-tiba menangis, “apa yang membuatmu menangis wahai bunda?” Tanya para sahabat. Aisyah ra lalu menjawab “Dahulu Rasulullah tidak pernah mengeyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti”. Dan penelitian membuktikan bahwa berkumpulnya berjenis-jenis makanan dalam perut telah melahirkan bermacam-macam penyakit. Maka sebaiknya jangan gampang tergoda untuk makan lagi, kalau sudah yakin bahwa anda sudah kenyang.

Yang selanjutnya, Rasulullah tidak makan dua jenis makanan yang panas atau dua jenis makanan yang dingin secara bersamaan. Beliau juga tidak makan ikan dan daging dalam satu waktu dan juga tidak langsung tidur setelah makan malam. Karena tidak baik bagi jantung. Beliau juga meminimalisir mengkonsumsi daging. Sebab terlalu banyak daging akan berakibat buruk pada persendian dan ginjal. Pesan Umar ra, “jangan kamu jadikan perutmu sebagai kuburan bagi hewan-hewan ternak!”
Inilah beberapa tuntunan Rasulullah dalam makan dan minum, semoga kita bisa mengikuti jejak beliau. Shollu ‘alan Nabi!!

Senin, 22 Juni 2009

Karena Cinta Pada Rasululah



Pada zaman Rasulullah saw, ada seorang lelaki bernama Abdullah. Tapi karena ia sering bercanda, ia dapat julukan 'Himar' (si keledai). Ia sering membuat Rasulullah tertawa. Beliau pernah menghukumnya dgn mencambuk karena ia minum minuman keras. Pada suatu hari, ia dipanggil kembali dan dicambuk lagi. Seorang sahabat berkata : ya Allah, laknatlah dia! Betapa sering dia dipanggil krena perbuatannya Nabi saw bersabda: 'janganlah kamu melaknat dia, demi Allah, kamu tidak tahu bahwa ia mencintai Allah dan Rasul-Nya' (shahih Bukhari, Kitab Hudud 8:197) karena kealpaan si peminum itu dan ketidakmampuannya menahan nafsunya ia sering tergelincir, namun ia sering bercanda u/ menyenangkan hati Nabi, dia mencintai Allah dan Rasulnya. Rasulullah bersabda: 'sesungguhnya syafaatku diperuntukkan buat umatku yang berbuat dosa besar."(sunan ibn Majah 2:1441; musnad Ahmad 3:213 ; sunan Abi Daud 2:537; sunan Al-Turmudzi 4:45)



Bukan hanya di Zaman Rasulullah, di zaman ini kita bisa merasakan pertolongan Rasulullah saw, seperti sebuah peristiwa yang diceritakan oleh Jalaludin Rahmat dalam bukunya 'Rindu Rasulullah' :"Dalam salah satu perjalanan haji saya, saya berjumpa dgn kaum Muslim dari Arab Saudi, yang mengungsi ke Jordan. Salah seorang di antara mereka memberikan kpdku majalah Al-Haramayn, majalah kaum disiden kerajaan Saudi. Dalam artikel yg berjudul Al-mu'jizat Al-khalidah, diberitakan peristiwa yang terjadi pd salah satu musim haji. Seorang peziarah dgn menggendong anaknya berusaha mencium pintu makam Nabi saw. Tentu sj ia dihardik oleh askar yg menjaga makam Nabi dengan bentakan 'syirk! Ia bersikeras. Askar mendorongnya dengan kasar. Ia terjatuh dan anaknya terlempar. Ia menjerit, 'ya Rasul Allah, aku datang dari negeri jauh untuk melepas rinduku padamu. Engkau saksikan apa yang ia perbuat padaku. Aku adukan ia kepadamu." Tiba-tiba askar itu tersungkur. Ia mati. Believe it or not"



Cintailah Rasulullah, karena seseorang akan bersama dengan orang-orang yang dicintainya di Akhirat.

wallahu a'lam.

Jumat, 19 Juni 2009

Tiga Hari Bersama Penghuni Surga

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan An-Nasa’I, Anas bin Malik menceritakan sebuah kejadian yang dialaminya pada sebuah majelis bersama Rasulullah.

Anas bercerita : “pada suatu hari kami duduk bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda, ‘sebentar lagi akan muncul di hadapan kalian seorang laki-laki penghuni surga’ . tiba-tiba muncullah laki-laki Anshar yang janggutnya basah dengan air wudhunya. Dia mengangkat kedua sandalnya pada tangan sebelah kiri.”

Esok harinya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata begitu juga, “akan datang seorang lelaki penghuni surga.” Dan muncullah laki-laki yang sama. Begitulah Nabi mengulang sampai tiga kali.

Ketika majelis Rasulullah selesai, Abdullah bin Amr bin Al-Ash r.a. mencoba mengikuti seorang lelaki yang disebut oleh Nabi sebagai penghuni surge itu. Kemudian dia berkata kepadanya, “saya ini bertengkar dengan Ayah saya, dan saya berjanji kepada ayah saya bahwa selama tiga hari saya tidak akan menemuinya. Maukah kau member tempat pondokan buat saya selama hari-hari itu?”

Abdullah mengikuti orang itu ke rumahnya, dan tidurlah Abdullah di rumah orang itu selama tiga malam. Selama itu Abdullah ingin menyaksikan ibadah apa gerangan yang dilakukan oleh orang itu yang disebut oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penghuni surge. Tetapi selama itu ia tidak menyaksikan sesuatu yang istimewa di dalam ibadahnya.

Kata Abdullah “setelah lewat tiga hari aku tidak melihat amalannya sampai-sampai aku hampir meremehkan amalannya, lalu aku berkata, ‘hai hamba Allah, sebenarnya aku tidak bertengkar dengan ayahku, dan tidak juga aku menjauhinya. Tetapi aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang dirimu sampai tiga kali, ‘akan datang seorang darimu sebagai penghuni surge. ‘aku ingin memerhatikan amalanmu supaya aku dapat menirunya. Mudah-mudahan dengan amal yang sama aku mencapai kedudukanmu.”

Lalu orang itu berkata, “yang aku amalkan tidak lebih dari apa yang engkau saksikan”. ketika aku mau berpaling, kata Abdullah, lelaki itu memanggil lagi, kemudian berkata, “demi Allah, amalku tidak lebih dari apa yang engkau saksikan itu. Hanya saja aku tidak pernah menyimpan dari diriku niat yang buruk terhadap kaum Muslim, dan aku tidak pernah menyimpan rasa dengki kepada mereka atas kebaikan yang diberikan Allah kepada mereka.” Lalu Abdullah bin Amr berkata “beginilah bersihnya hatimu dari perasaan jelek dari kaum Muslim, dan bersihnya hatimu dari perasaan dengki. Inilah tampaknya yang menyebabkan engkau sampai ke tmpat yang terpuji itu. Inilah justru yang tidak pernah bisa kami lakukan”

.........

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “setiap masa ada orang yang sangat dekat dengan Allah (yang oleh Rasulullah disebut abdal). Kalau salah seorang di antara mereka mati, maka Allah akan menggantikannya dengan orang yang lain. Begitulah orang itu selalu ada di tengah-tengah masyarakat.”

Rasulullah mengatakan bahwa berkat kehadiran mereka, Allah menyelamatkan suatu masyarakat dari bencana. Karena merekalah Allah menurunkan hujan; karena merekalah Allah menumbuhkan tanaman; dan karena merekalah Allah menghidupkan dan mematikan. Sehingga para sahabat bertanya kepada Rasulullah “apa maksudnya ‘karena merekalah Allah menghidupkan dan mematikan?’” Rasulullah menjawab : “kalau mereka berdoa agar Allah memanjangkan usia seseorang, maka Allah panjangkan usianya. Kalau mereka berdoa agar orang zalim itu binasa, maka Allah binasakan mereka”. Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “orang ini mencapai kedudukan yang tinggi bukan karena banyak shalatnya, bukan karena banyak puasanya, bukan pula karena banyaknya ibadah hajinya, tetapi karena dua hal ; yaitu memiliki sifat kedermawanan dan kecintaan yang tulus kepada sesama kaum Muslim”

Minggu, 24 Mei 2009

Memulai Ketaatan

Bismillah Wal Hamdulillah. Ya Rabb Pemilik jagad raya beserta seluruh Isinya, dengan Ilmu dan rahasiaMu yang Maha Mengagumkan. Ya Allah Ampuni gadis kecil ini, yang hanya ingin menjadi berharga dalam masa mudanya, yang mengemis cintaMu tanpa henti, meski kadang hamba terperosok dan khilaf karena hamba kurang mengingatMu.
Dari Abu Hurariah r.a., dari Rasulullah SAW bersabda yang artinya, "Ada tujuh golongan yang mendapat naungan dari Allah SWT pada hari kiamat kelak, di mana tidak ada sama sekali naungan pada hari itu melainkan naungan dari Allah SWT;

1. Imam (raja atau penguasa) yang adil,
2. Pemuda yang menjadi dewasa dalam beribadat kepada Allah,
3. Orang yang hatinya tergantung di masjid,
4. Dua orang yang saling mencintai satu sama lain kerana Allah. Mereka berkumpul kerana Allah dan berpisah kerana Allah.
5. Seorang laki-laki yang dirayu oleh seorang wanita bangsawan yang cantik untuk berbuat mesum, lalu dia menolak dengan kata, 'Aku takut kepada Allah.'
6. Orang yang bersedekah dengan diam-diam, sehingga tangan kanannya tidak mengetahui apa yang disedekahkan tangan kirinya.
7. Orang yang mengalir air matanya ketika berzikir, mengingat dan menyebut nama Allah dalam keadaan bersunyi diri kerna mengingatkan sifat Jalal dan sifat Jamal Allah SWT."
(Shahih Muslim, diriwayatkan juga oleh Abu Daud dan Ibnu Majah)

Sungguh berat menjalani kesabaran untuk mencapai ketaatan kepada Allah. Dunia yang berdandan dengan kemewahan dan kesenangan, lingkungan yang jauh dari syariat, kawan yang saling menjerumuskan, kawan yang tidak pernah mengingatkan, kawan yang mengajak bersenang-senang.. Ya Rabb, tidak ada yang lebih baik dari menutup mata terhadap kemaksiatan,,,

Tidak ada kata berhenti untuk mengejar keshalehan., sekali terjatuh dalam khilaf dan kemaksiatan, jangan putus asa dari Rahmat Allah.. karena keburukan akhlak bukanlah takdir, bukanlah hal yang tidak bisa dirubah. Bersegaralah untuk menjadi muslim yang kaffah (sempurna dalam menjalankan syariat Islam)… jangan pernah berkata bahwa diri sendiri buruk, penuh maksiat, dan tidak mau berubah sebelum Allah takdirkan, sebelum Allah tetapkan saatnya, sebelum Allah datangkan hidayah… Ikhwah, pemikiran seperti itu adalah salah besar, Allah telah menetapkan dalam diri manusia itu fitrah yang condong kepada kebaikan, dan nafsu. Setiap manusia mendapat risalah dari Allah yang seringkali tidak ia sadari,baik dalam bentuk teguran dari sahabat, mendengar ceramah, kejadian alam, hingga melalui mimpi. Jika orang tersebut mengikuti risalah yang bersumber dari Allah tersebut, dan bersegera untuk menjadi Muslim yang bertaqwa (menjalankan perintah Allah, menjauhi Larangan-Nya), maka ia telah mengalahkan nafsunya. Namun jika ia tidak mau menaati Allah dan mengabaikan risalah yang datang padanya, maka tunggu pada saat Allah mendatangkan keputusan-Nya, ketika Allah kunci mati hatinya..!

Alhamdulillah, sekarang ini banyak ukhti-ukhti para muslimah yang telah mengenakan khimar/kerudung (kain yang menutup kepala hingga dada), Alhamdulillah ‘ala kulli hal. Tapi ada yang sedikit disayangkan, mereka mengenakan khimar tersebut beserta celana jeans ketat atau baju pendek, atau ukhti tersebut mengenakan kerudung yang pendek, tidak sampai menutup ke dada atau juga, kerudung mereka kadangkala masih dilepas, *ketentuan
selanjutnya baca…
* Atau, ada yang melepas khimarnya di dalam rumah, diperbolehkan, tapi ingat…lihat dulu, harus dipastikan di dalam rumah tidak ada yang bukan muhrim.

Sebagai sesama muslim, saudara fillah, kita harus selalu mengingatkan. Mungkin saja ukhti-ukhti tersebut tidak mempelajari hukum syariat lebih lanjut, sehingga mereka belum paham akan aturan-aturan dalam pakaian muslimah. Atau mungkin di lingkungan keluarga dan pertemanan, tidak ada orang-orang yang mendorong dan memberikan nasihat untuk membentengi keimanan mereka.

Maka ingatlah firman Allah:

#وَالْعَصْرِ
#إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ #وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (Al-Ashr:1-3)”

Marilah kita berusaha menjadi orang-orang yang beruntung dengan beramal shalih dan saling menasihati tentang kebenaran dan kesabaran, jangan berhenti untuk belajar, disaat iman terasa mulai menipis, segeralah perbanyak ibadah dan mengingat Allah subhanahu wa ta’ala, mencari teman yang shalih, membaca buku-buku agama, mendengarkan ceramah, dan jauhi terlalu banyak candaan, bersenang-senang hingga lalai mengingat Allah, dan teman yang mengajak kepada maksiat.

Saudaraku fillah, ketaatan tidaklah mudah, mungkin pahit pada awalnya, tapi manis jika ikhlas dijalani, dan berujung pada ridho Allah subhanahu wa ‘ta’ala..
Ya Allah Maha Luas Ilmu-Mu, tiada daya upaya selain pertolonganMu, mudahkan kami menjalankan ketaatan, mudahkan dan bukakan hati kami untuk menerima kebaikan dan petunjuk dariMu..aamiin ya Rabb…


Sabtu, 16 Mei 2009

Buku Bagus...Buku Bagus.... ^o^


ESQ for Teens : Ginanjar Agustian & Ridwan Principles
Membaca Buku ini, rasanya seperti mengikuti training ESQ langsung! Mau tau gimana caranya jadi remaja yang PeDe? Atau gimana sih caranya menumbuhkan jiwa kepemimpinan Kamu? Di dalam buku ini, kamu juga diajarin cara membangun visi dalam hidup… so, hidup kamu Insya Allah akan lebih terarah



17 Habaib Berpengaruh di Indonesia : Abdul Qadir Umar Mauladawilah
Buku ini berisi biografi dan peranan 17 Ulama Dzuriyat (keturunan) Rasulullah di Indonesia. Buku ini juga dilengkapi dengan 210 foto-foto 17 Habaib tersebut. Di dalamnya terdapat kisah dan tauladan kaum shalihin sehingga menyejukkan hati dan akan membuat para pembaca terasa sangat dekat dengan mereka.


Astagfirullah: Islam Jangan Dijual : Eko Prasetyo
Masih dengan ciri khas Bang Eko Prasetyo yang ‘pedas’ dan ‘tajam’ dalam tulisan-tulisannya, kali ini kita diajak untuk memikirkan lebih keras bahwa kini, Islam sering dijual dan dijadikan label di pasaran! namun ternyata, sebagian besar dari ummat muslim tidak menyadarinya… so, kalo mo jadi Muslim yang pinter, baca deh buku ini!




Mengenal Aliran-aliran dalam Islam dan Ciri-ciri Ajarannya : Drs. KH.M.Sufyan Raji Abdullah, Lc.
Di dalam buku ini kamu bisa menemukan sejumlah Aliran, faham, Firqoh, hingga aliran kebatinan beserta sejarah berdirinya juga pembahasan dan cirri-ciri ajarannya sehingga kamu bisa membandingkan dengan firqoh Najiyah yaitu Ahlusunnah wal Jama’ah.

Kamis, 08 Januari 2009

Tanda Kiamat, Hampir semua telah terjadi..

1. Seorang Arab Badui bertanya, "Kapankah tibanya kiamat?" Nabi Saw lalu menjawab, "Apabila amanah diabaikan maka tunggulah kiamat." Orang itu bertanya lagi, "Bagaimana hilangnya amanat itu, ya Rasulullah?" Nabi Saw menjawab, "Apabila perkara (urusan) diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat." (HR. Bukhari)

2. Mendekati kiamat akan terjadi fitnah-fitnah seolah-olah kepingan-kepingan malam yang gelap-gulita. Seorang yang pagi hari beriman maka pada sore harinya menjadi kafir, dan orang yang pada sore harinya beriman maka pada pagi harinya menjadi kafir, dia menjual agamanya dengan (imbalan) harta-benda dunia. (HR. Abu Dawud)

3. Belum terjadi kiamat sehingga orang-orang dari umatku kembali menyembah berhala-berhala selain Allah. (HR. Abu Dawud)

4. Belum terjadi kiamat sebelum seorang yang melewati kuburan berkata, "Alangkah baiknya sekiranya aku di tempat orang ini." (Maksudnya, dia ingin mati dan tidak ingin hidup karena beban berat yang selalu dihadapinya). (HR Bukhari)

5. Belum akan terjadi kiamat sehingga anak selalu menjengkelkan kedua orang tuanya, banjir di musim kemarau, kaum penjahat melimpah, orang-orang terhormat (mulia) menjadi langka, anak-anak muda berani menentang orang tua serta orang jahat dan hina berani melawan yang terhormat dan mulia. (HR. Asysyihaab).

6. Belum akan kiamat sehingga tidak ada lagi di muka bumi orang yang menyebut : "Allah, Allah." (HR. Muslim)

7. Belum akan datang kiamat sehingga seorang membunuh tetangganya, saudaranya dan ayahnya. (HR. Bukhari)

8. Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba membangun dan memperindah masjid-masjid. (HR. Abu Dawud)

9. Di antara tanda-tanda kiamat ialah ilmu terangkat, kebodohan menjadi dominan, arak menjadi minuman biasa, zina dilakukan terang-terangan, wanita berlipat banyak, dan laki-laki berkurang sehingga lima puluh orang wanita berbanding seorang pria. (HR. Bukhari)

10. Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba dengan bangunan-bangunan yang megah. (HR. Bukhari)

11. Belum akan tiba kiamat sehingga merajalela 'Alharju'. Para sahabat lalu bertanya, "Apa itu 'Alharju', ya Rasulullah?" Lalu beliau menjawab,"Pembunuhan... pembunuhan..." (HR. Ahmad)

12. Belum akan tiba kiamat melainkan matahari akan terbit dari Barat. Jika terbit dari Barat maka seluruh umat manusia akan beriman. Pada saat itu tidak bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya." (HR. Bukhari dan Muslim)

13. Belum akan tiba kiamat sehingga harta banyak dan melimpah, dan orang ke luar membawa zakat hartanya tetapi tidak ada yang mau menerimanya, dan negeri-negeri Arab kembali menjadi rerumputan hijau dengan sungai-sungai mengalir. (HR. Muslim)

14. Tibanya kiamat atas makhluk-makhluk yang jahat. (HR. Muslim)

Penjelasan:
Artinya : Saat kiamat tiba, tidak ada lagi orang yang beriman. Jadi yang ditimpa azab kiamat ialah orang-orang yang jahat.

15. Saat akan tiba kiamat, jaman saling mendekat. Satu tahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, seminggu seperti sehari, sehari seperti satu jam dan satu jam seperti menyalakan kayu dengan api. (HR. Tirmidzi)

Penjelasan:
Jika kiamat tiba maka rotasi bumi makin cepat. Kalau rotasi sekarang 1000 mil per jam, maka dapat diperkirakan pada hari kiamat tujuh kali atau dua belas kali bahkan lebih.

16. Demi yang jiwa Muhammad dalam genggaman-Nya. Tiada tiba kiamat melainkan telah merata dan merajalela dengan terang-terangan segala perbuatan mesum dan keji, pemutusan hubungan kekeluargaan, beretika (berakhlak) buruk dengan tetangga, orang yang jujur (amanat) dituduh berkhianat, dan orang yang khianat diberi amanat (dipercaya). (HR. Al Hakim)

17. Belum akan tiba kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan orang-orang Yahudi. Kaum muslimin membunuh mereka dan mereka bersembunyi di balik batu dan pohon-pohonan. Lalu batu dan pohon-pohon berkata, "Wahai kaum muslimin, wahai hamba Allah, ini orang Yahudi di belakang saya. Mari bunuhlah dia." Kecuali pohon "Gharqad" yang tumbuh di Baitil Maqdis. Itu adalah pohon orang-orang Yahudi. (HR. Ahmad)

18. Orang-orang ahli (Laailaaha illallah) tidak akan mengalami kesepian tatkala wafat, saat di kuburan dan ketika dibangkitkan. Seolah-olah aku melihat mereka ketika dibangkitkan (pada tiupan sangkakala yang kedua). Mereka sedang menyingkirkan tanah (pasir) dari kepala mereka seraya berkata, "Alhamdulillah, yang telah menghilangkan duka-cita dari kami." (HR. Abu Ya'la)

19. Kamu akan dibangkitkan pada hari kiamat tanpa sandal, telanjang bulat dan tidak dikhitan. Aisyah bertanya, "Ya Rasulullah, laki-laki dan perempuan saling melihat (aurat) yang lain?" Nabi Saw menjawab, "Pada saat itu segala urusan sangat dahsyat sehingga orang tidak memperhatikan (mengindahkan) hal itu." (Mutafaq'alaih)

20. Didatangkan kebaikan-kebaikan (pahala) dan kejahatan-kejahatan (dosa) seorang hamba, lalu saling mengikis dan bila masih tersisa kebaikan (pahala) itu Allah akan melapangkannya untuk masuk surga. (HR. Bukhari)

21. Seorang anak Adam sebelum menggerakkan kakinya pada hari kiamat akan ditanya tentang lima perkara: (1) Tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya; (2) Tentang masa mudanya, apa yang telah dilakukannya; (3) Tentang hartanya, dari sumber mana dia peroleh dan (4) dalam hal apa dia membelanjakannya; (5) dan tentang ilmunya, mana yang dia amalkan. (HR. Ahmad)

22. Amal seseorang tidak dapat menyelamatkannya. Seorang sahabat lantas bertanya tentang sabda tersebut, "Termasuk engkau juga, ya Rasulullah?" Rasulullah lalu menjawab, "Ya, aku juga, kecuali dikarunia Allah dengan rahmat-Nya. Walaupun demikian kamu harus berbuat yang benar (baik)." (HR. Bukhari dan Muslim)

23. Yang pertama diadili antara manusia pada hari kiamat ialah kasus pembunuhan. (HR. Muslim)

Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press

Menemukan Hidayah, Caranya?

Kadang ada seseorang yang mempunyai keinginan dalam hatinya untuk berubah menjadi muslim yang bertaqwa, namun ia mempunyai pemahaman bahwa hidayah itu adalah urusan Allah, dan akan Allah berikan kepada hamba-hambaNya yang ia kehendaki, akhirnya, orang itu hanya menunggu untuk menjadi hamba ‘yang Allah kehendaki’ itu, tapi... beberapa lama, tidak juga ada tanda-tanda ia mendapat hidayah, lalu, apa yang salah dari pemahamannya?
Contoh lain, ada seseorang yang merasa kesusahan mencari hidayah, Ia telah berniat untuk menjadi muslim yang benar, kemudian mulailah ia berusaha, dari membaca buku hingga mendengar ceramah di televisi. Namun, beberapa lama ada Ia mulai putus asa, Ia merasa tidak berhasil menjadi seorang muslim yang benar, sebenarnya, apa yang salah dalam upaya ‘pencariannya’?

Orang yang pertama rupanya dari awal telah salah memahami hakikat HIDAYAH. Menurut Imam Al-Ghazali dalam Bidayah Hidayah mengatakan bahwa hidayah diperoleh dari ketaqwaan “jika anda bertanya, apakah permulaan hidayah. Adalah semata untuk menguji nafsu. Anda perlu mengetahui bahwa permulaan hidayah adalah taqwa secara lahir. Puncaknya adalah taqwa secara batin. Tidak ada akibat yang bisa didapat kecuali dengan bertaqwa dan tak akan mendapat hidayah kecuali orang-orang yang bertaqwa”.

Jadi sebuah kesalahan jika ada yang mengira bahwa hidayah datang begitu saja dari Allah, sesungguhnya Allah akan lebih dulu melihat usaha kita untuk mencapai ketaqwaan, misalnya, kita ingin menjadi orang yang shaleh/shalehah, maka terlebih dahulu yang kita lakukan adalah berusaha menjalankan perintah Allah secara bertahap, inilah yang Allah lihat. Kemudian setelah itu Allah akan menurunkan hidayahnya berupa keringanan dalam beribadah dan menjauhi maksiat serta hawa nafsu, mencintai Allah dan Rasulnya, sehingga di hadapan Allah menjadi orang yang bertaqwa.

Kemudian orang yang kedua, ia telah berusaha mencari... tapi yang kurang dari dirinya adalah hijrah. Yaitu meninggalkan kebiasan berbuat maksiat, kemudian menjalankan perintah Allah.
Agama mengandung pengertian dua bagian, yaitu : 1. Meninggalkan larangan dan 2. Menjalankan perintah-perintah. Meninggalkan larangan-larangan agama lebih berat, menjalankan perintah, setiap orang akan mampu melaksanakan sedang meninggalkan larangan hanya mampu dilakukan oleh orang-orang yang bersungguh-sungguh. Ia ingin berhijrah, tapi ia tidak menjauhi pergaulan yang tidak bermoral, atau ia tidak berusaha shalat lima waktu dengan sempurna.

Nabi SAW Bersabda: “orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan kejelekan. Orang yang berjihad adalah orang yang berjuang mengatasi nafsunya”

Namun, yang perlu diingat adalah kita harus senantiasa (tak boleh berhenti) untuk memohon petunjuk Allah SWT. Seorang ulama mutakhir, Syaikh Makarim Al-Syirazi, menyatakan, petunjuk Allah itu harus belangsung secara terus-menerus. Seperti lampu yang terus listrik itu terhenti, lampu akan padam. Seperti itu juga hidup kita : terus dialiri oleh petunjuk Allah Swt. Begitu Allah menghentikan alirannya, maka cahaya petunjuk di dalam diri kita menjadi padam.

Must to Read, friend...

SURATKU UNTUK CORRIE,

Rachel Corrie lahir pada 10 April 1979 di Olympia, Washington, sebelah selatan Puget Sound. Tumbuh di tengah keluarga Kristen yang taat, di Olympia, Washington, Amerika Serikat. Dia perempuan pecinta Yesus. Pernah juga menegaskan sebagai pengagum Budha. Semasa sekolah, dia aktif sebagai sukarelawan yang menyoal masalah kelaparan, gelandangan, dan lingkungan di Barat Daya Pasifik. Setelah merampungkan studinya dalam bidang seni liberal di Evergreen State College, Corrie bertolak ke wilayah pendudukan Palestina pada Januari 2003. Di Rafah, Jalur Gaza (Palestina), dia mengabdikan diri sebagai aktivis perdamaian tanpa kekerasan dan pengamat hak asasi manusia hingga dirinya menemui kematian (tragis akibat dilindas buldozer milik tentara Israel ketika ia sedang berusaha menghentikan buldozer yang siap meratakan rumah seorang warga Palestina) pada 16 Maret 2003. Corrie adalah penulis, pujangga, dan seniman bersemangat dan sangat peduli terhadap semua hal yang berkenaan dengan umat manusia.
(editor novel-Let Me Stand Alone, Rachel Corrie)

Terima kasih corrie, kau telah membuka mataku, membaca kisahmu rasanya tubuhku ciut mengecil, wajahku tertunduk. Malu. Aku sering mengklaim diri sebagai aktivis agamaku, tapi ternyata aku hanyalah seorang yang konyol, sampai detik ini aku tak mampu memberikan sesuatu yang berarti bagi agamaku. Sedangkan kau... kau rela mengorbankan nyawamu untuk saudaraku disana yang tidak seiman denganmu,, terima kasih Corrie.




Hanya Allah yang tahu dimana sekarang kau berada, apa seperti pelacur yang berhasil mendapatkan surga karena memberi minum seekor anjing? Atau mungkin seperti Abdul Muthalib yang terhalang mendapat ampunan Allah karena meninggal masih dalam keadaan kafir?
...
who knows?

Corrie, kau mengajarkanku apa arti kepedulian yang sebenarnya. Rahman Allah telah Ia turunkan kepada semua makhluk, tapi ku rasa kau mendapatkan bagian yang sangat besar... itu terlihat dari tindakan dan semua yang kau pikirkan...
Aku telah sadar Corrie, aku sadar ketika melihat seorang wanita Amerika menggendong bayi muslim dengan penuh cinta. Aku sadar ketika melihat teman-temanmu disana bekerja sama mengumpulkan harta mereka untuk menolong sesama yang kekurangan...yang di dalam Islam disebut sedekah. Aku tersadar ketika mengetahui bahwa pada saat Hijrah, Rasulullah Muhammad menjadikan seorang Yahudi menjadi penunjuk jalan bagi perjalanannya ke Madinah..

Kau luar biasa Corrie, aku tak tahu kapan bisa sehebat dirimu, mungkin sekarang aku hanya bisa menangis sedih ketika melihat saudaraku di Palestina, di hujani serangan-serangan tentara Israel, mungkin aku hanya bisa prihatin menyaksikan rakyat Zimbabwe menderita kelaparan..mungkin sekarang aku hanya bisa protes karena kebutuhan hidup semakin tinggi hingga membuat orang-orang miskin di negaraku makin sengsara...

Tapi aku janji, tidak lama lagi aku akan sekokoh dirimu untuk menjadi manfaat bagi orang lain... aku mulai muak dengan kesenangan diantara penderitaan, biarkan aku seperti dirimu Corrie, biarkan aku sendirian.

Kamis, 11 Desember 2008

Don't be sad, hoke?

Bila Qta dalam kesusahan, terpuruk, terbuang ke laut, ditertawakan, dihina, kesepian, dan masalah lain yang bikin hati Qta campur aduk gag enaknya.. saat itu Qta seperti ngerasa terasing, dunia seakan sempit, merasa gag berguna, dan merasa gagal…

Tapi hati-hati lho, sedih yang berlebihan bisa membuat Qta depresi (nah lho..)

Coba deh, kamu perhatiin gejala-gejala di bawah ini, paling gag kamu ngerasain empat diantaranya selama dua minggu-an, kalo empat gejala tersebut ada dalam diri kamu, itu artinya kamu lagi ngalamin depresi (duh!)

1 . 1. Selera makan hilang atau kehilangan berat yang sangat berarti (dalam keadaan gag diet)

2. 2. Susah tidur (insomnia) dan hipertensi

3. 3. Gerakan yang melambat (agitasi psikomotor)

4. 4. Kehilangan minat atau rasa senang pada kegiatan yang biasa dilakukan

5. 5. Kehilangan tenaga, kelelahan

6. 6. Merasa gag berharga, menyalahkan diri atau bersalah yang berlebihan

7. 7. Menggerutu atau menunjukkan hilangnya kemampuan berfikir sehingga sulit mengambil kesimpulan.

8. 8. Selalu muncul pikiran tentang kematian, bunuh diri, ingin segera mati (wuih..parah nih)

(La Tahzan for Teens, Qomaruzzaman Awwab)

Ehemm… kadang Qta ngerasa rendah dan gag berguna, ngerasa orang laen lebih baik dan lebih hebat dari Qta, ‘duh…kok dia hebat banget sih? Coba deh gue bisa lebih hebat dari dia..” itu dia yang kadang menjadi sebab kesedihan Qta, bener gag sih? (kalo gag bener sih baguslah..hehe)

Pernah gag kita perhatiin air hujan? Ketika air hujan jatuh ke bumi, ia akan mengalir di tempat yang berbeda-beda, ada yang hanya tergenang, ada juga yang meresap di tanah. Perbedaannya apa? Yaitu wadah tampungnya, ada yang keras sehingga air sulit meresap, dan sebaliknya, ada juga yang wadahnya besar sehingga banyak air yang tertampung, tapi ada pula wadah kecil sehingga air yang tertampung juga sedikit. Seperti itu pula, Allah memberikan kelebihan seseorang sesuai dengan kemampuan dirinya.. so, Qta gag perlu sedih dan khawatir, karena Allah memberikan sesuatu gag akan pernah meleset dari kadar kemampuan Qta!

Atau…ada yang sedih karena ngerasa cobaan hidupnya berat banget, weits…tunggu dulu, pernah perhatiin metamorfois kupu-kupu? Sebelum menjadi seekor kupu-kupu yang bersayap indah, ia hanyalah seekor ulat yang terbungkus kepompong, untuk keluar dari kepompong tersebut, ia harus bersusah payah dan terlihat kesakitan, sesekali ia berhenti lalu mencoba lagi sekuat tenaga untuk membebaskan dirinya… dan akhirnya, gag perlu waktu lama, Si butterfly berhasil melebarkan sayapnya dan terbang bebas di udara….swiing… *mantapp*Roll

Kalo aja ada yang ngebantuin merobek kulit kepompong itu, si butterfly gag akan bisa kuat terbang, kenapa? karena kesusahan yang dialami si butterfly pada saat ‘dilahirkan’ adalah cara dia menguatkan sayap-sayapnya, sedangkan gerakan yang terhenti darinya adalah cara dia menyesuaikan diri dengan dunia luar, ketika proses kelahirannya dipercepat dengan memotong kulit kepompong, si butterfly malah akan menjadi cacat. Otot-otot sayapnya gag kuat untuk terbang, dan tubuhnya gag bisa menahan udara alam yang sangat dingin.

Seperti itu juga dengan manusia, setiap orang akan mengalami metamofosis kalau memang mereka mau menghadapinya. Kalau si butterfly mendapatkan hadiah manis dari proses kelahirannya berupa sayap yang indah dan kemampuan terbang ke langit yang tinggi, Qta sebagai manusia Insya Allah akan Allah berikan present berupa kebahagiaan dan keberhasilan dari proses hidup yang dengan sabar Qta jalani.. dan kalo Qta mo positive thinking, mungkin Qta gag dapat materi atau apalah itu yang menjadi keinginan Qta tapi yakin aja… ‘metamorfosis’ atau proses kehidupan juga merupakan proses pendewasaan untuk menjadi manusia yang lebih sabar dan ‘matang’ *asek…asekk..*

Dan jangan pernah melalaikan hati dan pikiran Qta bahwa ada Allah, yang selalu mendampingi dan gag pernah meninggalkan Qta. Allah adalah Rabb, dialah yang menciptakan, memelihara, mendidik, sekaligus majikan yang baik hati. Allah adalah Rahman-Rahim, Dia sangat mencintai Qta, sangat menyayangi Qta. Dia khawatir Qta salah jalan, karena itu banyak utusan-Nya yang diturunkan untuk member peringatan akan kekhilafan yang sengaja atau tidak sengaja yang Qta lakukan. Allah juga adalah Malik yaumiddin, Dia-lah yang menguasai masa depan Qta karena Dia Rabb dan Rahman-Rahim, maka pastilah masa depan Qta akan sangat penuh kebahagiaan

Setiap kali merasa sedih dan kesusahan, berdoalah allahumma inni a’udzubika minal hammi wal zubni, wal ‘ajzi wal kasali, wal bukhli wal jubni, wal dhola’id baini wa gholabatir rijal (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, kekikiran, berhati pengecut, terbelit hutang, dan tertindas oleh orang lain)

Atau letakkan tanganmu di dada, dan bacalah Q.S Al-Insyirah, karena di dalam surah tersebut ada dua ayat yang maknanya benar-benar agung yang Allah tegaskan sampai dua kali “Maka sesungguhnya bersama kepedihan itu ada kebahagiaan. Dan sesungguhnya bersama kepedihan itu ada kebahagiaan”Na-na-na-na

Kamis, 04 Desember 2008

Ya'juj dan Ma'juj


Berkata Ulama, alamat saat kiamat ada sepuluh macam. sebagaimana diterangkan oleh Syeikh Ahmad Annafrawi dalam risalahnya tentang kiamat. Dan alamat itu ada dua macam, alamat Kubro yang besar, dan alamat Sughra yang kecil.

alamat Kiamat Kubro :
1. Munculnya Imam Mahdi
2. Munculnya Dajjal
3. Munculnya Nabi Isa a.s
4.
Munculnya Ya'juj dan Ma'jud
7. Runtuhnya Ka'bah Baitullah
8. Munculnya Daabbatul Asdhi
9. Terjadinya malam yang sangat panjang
10. Pintu tobat tertutup.

Mereka adalah sekelompok umat dari Bani Adam, jumlah mereka sangatlah besar.
Dalam surat al-Kahfi Allah menjelaskan bahwa Ya’juj Ma’juj dikurung oleh Dzulkarnain dengan baja karena mereka berbuat rusak di bumi sehingga mereka tidak keluar darinya sampai tiba saatnya janji Allah.

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri dari Nabi saw bersabda, Allah Taala berfirman, Wahai Adam.” Adam menjawab, “Aku penuhi panggilanMu dengan suka cita dan kebaikan berada di tanganMu.” Allah Taala berfirman, “Keluarkan rombongan neraka.” Adam bertanya, “Apa rombongan neraka?” Allah berfirman, “Sembilan ratus sembilan puluh sembilan dari tiap-tiap seribu.” Pada saat itu anak kecil beruban, wanita hamil meletakkan kehamilannya dan kamu melihat manusia mabuk dan mereka tidak mabuk akan tetapi azab Allah sangat keras. Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, siapa dari kami yang menjadi satu itu?” Nabi saw menjawab,”Bergembiralah kalian, karena satu orang dari kalian, sementara seribu dari Ya’juj dan Ma’juj.

Firman Allah Taala, Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, ‘Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka.’ Dzulkarnain berkata, ‘Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka. Berilah Aku potongan-potongan besi.’ Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain, ‘Tiuplah (api itu)’, hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata, ‘Berilah Aku tembaga (yang mendidih) agar aku tuangkan ke atas besi panas itu.’ Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. Dzulkarnain berkata, ‘Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar" (Al-Kahfi: 93-98).


Hampir tibanya fitnah dan terbukanya dinding Yakjuj dan Makjuj

  • Hadis riwayat Zainab binti Jahsy ra.:
    Bahwa Nabi saw. bangun dari tidurnya sambil bersabda: Laa ilaaha illallaah, celakalah orang-orang Arab karena suatu bencana akan terjadi, yaitu hari ini dinding (bendungan) Yakjuj dan Makjuj telah terbuka sebesar ini. Dan Sufyan (perawi hadis ini) melingkarkan jarinya membentuk angka sepuluh (membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jari). Aku (Zainab binti Jahsy) bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita semua akan binasa padahal di antara kita banyak terdapat orang-orang saleh? Beliau menjawab: Ya, jika banyak terjadi kemaksiatan. (Shahih Muslim No.5128)


  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
    Dari Nabi saw., beliau bersabda: Hari ini dinding Yakjuj dan Makjuj telah terbuka sebesar ini. Wuhaib (perawi hadis) melingkarkan jarinya membentuk angka sembilan puluh (menekuk jari telunjuk sampai ke pangkal ibu jari). (Shahih Muslim No.5130)


Ya'juj dan Ma'jud berhasil keluar dari kurungan baja setelah Nabi Isa a.s turun dan mengalahkan Dajjal atas izin Allah .disebutkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam hadits no 3153 dan Ibnu Majah no. 4131 dari Abu Hurairah, dan dishahihkan oleh al-Albani di Silsilah Shahihah no. 1735. Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj membongkarnya setiap hari, sampai ketika mereka hampir melihat cahaya matahari. Pemimpin mereka berkata, ‘Kita pulang, kita teruskan besok’. Lalu Allah mengembalikannya lebih kuat dari sebelumnya. Ketika masa mereka telah tiba dan Allah ingin mengeluarkan mereka kepada manusia, mereka menggali, ketika mereka hampir melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berkata, ‘Kita pulang, kita teruskan besok insya Allah Taala’. Mereka mengucapkan insya Allah. Mereka kembali ke tempat mereka menggali, mereka mendapatkan galian seperti kemarin. Akhirnya mereka berhasil menggali dan keluar kepada manusia. Mereka meminum air sampai kering dan orang-orang berlindung di benteng mereka. Lalu mereka melemparkan panah-panah mereka ke langit dan ia kembali dengan berlumuran darah. Mereka berkata, ‘Kita telah mengalahkan penduduk bumi dan mengungguli penghuni langit.”



Minggu, 23 November 2008

Nikmat Allah yang tersembunyi...

Sering deh, kita mengalami sesuatu yang rasanya gag enak banget, tapi ternyata…kalau kita mau merenungi, ternyata dibalik itu ada hikmahnya … bisa aja yang gag enak itu adalah nikmat yang tersembunyi! Apa aja ya?


1. http://enengnurul.files.wordpress.com/2008/07/dont_forget.jpgLupa

Lupa itu nikmat Allah lho, coba deh bayangin, gimana jadinya jika Allah tidak member nikmat lupa kepada seorang istri yang ditinggal suaminya? Ia akan selalu dirundung kesedihan seumur hidupnya. Lalu, gimana jadinya kalau seorang anak korban bencana alam gag bisa lupa sama musibah yang Ia alami? Tentu hidupnya akan Ia jalani dengan trauma berkepanjangan. Kecuali, kalo lupa bawa Pe-er, itu mah…udah salah ndiri (haha…pengalaman pribados)

2. The image “http://i177.photobucket.com/albums/w212/keep_talkin_ur_makin_me_famous/Broken%20heart/Broken_Heart.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.Patah Hati

Gimana sih rasanya patah hati? Sakit tauu..ya iyalah, sampe-sampe ada yang bilang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati, tapi pernah gag, kita coba ngambil hikmahnya? Coba deh flash back lagi… gimana dulu sang kekasih, atau siapapun itu yang kita kagumi selalu menjadi nomer satu dihati, mikirin dia terus, pokoknya dia aja deh yang paling sempurna… tapi, ayo dong sadar, betapa kita udah sangat-sangat lalai gara-gara dia, pada saat dia udah gag adalah..baru kita sadar, ternyata si ‘makhluk’ sempurna itu gag ada, rupanya dia ngecewain aku…de el el, disitulah kita sadar, yang sempurna Hanya??? Dan yang gag pernah ngecewain kamu Hanya???

Ya Hanya Allah lah… just Allah.

Masih banyak deh pokoknya nikmat Allah yang kadang gag kita sadari… Allah MahaPemurah ya?

Rabu, 05 November 2008

Apa Iya, Modernisasi?

Westernisasi dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah “pemujaan yang berlebihan terhadap budaya barat”

mula westernisasi yaitu saat umat Islam yang setelah masa keemasannya,, malah terbuai dan terlena oleh kehidupan duniawi sehingga melupakan semangat jihad. Dan kesempatan itu, tidak disia-siakan oleh para musuh Islam yang sebelumnya telah berkali-kali dikalahkan dalam perang senjata, maupun kegagalan mereka dalam upaya kristenisasi umat Islam.

Perang dalam bentuk baru tersebut, belakangan dikenal dengan nama westernisasi yang mereka transfer, mereka masukkan, disusupkan, serta dibudidayakan ke dalam dunia pendidikan diberbagai negara Islam atau negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dalam bentuk sarana maupun prasarana kebutuhan dunia pendidikan pada umumnya yang tidak terbatas, baik karya cetak, karya rekam, teknologi maupun budaya, bahkan ilmu pengetahuan baru, yang mereka sembunyikan di balik kata “modernisasi “.

Bentuk-bentuk westernisasi dalam prakteknya banyak disisipkan di bidang pendidikan kaum muslim,, yaitu sistem co education yakni menyatukan pelajar putra dan pelajar putri dalam satu kelas, yang nyatanya lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya. Salah satu juga adalah menyusun kurikulum pendidikan sesuai dengan keinginan mereka (kaum imprealis barat), seperti yang kita ketahui, sekarang ini pelajaran agama islam (di luar madrasah) hanya disediakan waktu 2 jam bahkan 1 jam pelajaran. Sehingga tertanam di benak pelajar muslim bahwa pelajaran agama hanya pelajaran tambahan yang sifatnya kurang penting. Buktinya, agama islam hanya dipelajari menjelang ujian, kemudian jika ditanya rukun islam dan rukun iman atau disuruh membaca surah-surah pendek, pelajar tersebut akan kebingungan, dengan alasan lupa malah TIDAK TAHU! (bukan mengada-ngada, saya pernah me-MOS adik kelas yang seperti ini).


seharusnya


sekarang

Lalu di dalam kehidupan sehari-hari, syariah Islam di pisahkan sangat jauh dari umat islam sendiri, yang cukup di kenal dengan istilah sekularisme. Jadi, yang mereka bunuh adalah jiwa islamnya, bukan aktivitas seremonial islamnya. Makanya kita melihat umat Islam sekarang banyak yang merokok, pacaran, mengumbar aurat, mengghibah, tapi shalatnya rajin. Kenapa? karena saudara kita itu menganggap bahwa islam adalah shalat, puasa, haji, zakat, dan ibadah mahda lainnya. Hanya sebatas itu. Selebihnya, apa ada yang bertanya, mengapa kita harus berjilbab? Mengapa kita harus menahan pandangan dan menjauhi berikhtilat (bercampur baur) dengan lawan jenis tanpa ada kepentingan? Atau ibadah lain sifatnya ghairu mahda. Sangat jarang ada yang bertanya seperti itu, kenyataannya Islam hanyalah agama turunan dari orang tuanya. Berjilbab hanya karena perintah orang tua, memilih sekolah yang berkelas karena gengsi, bukan karena mutu pendidikan Islamnya, apakah ada yang bertanya mengapa produk rokok sangat mudah memberikan sponsor bahkan bagi kegiatan keagamaan? dan masih banyak lagi…

Mengapa sangat jarang ada yang tahu mengenai khalifah Islamiyah? Dimana pada saat itu adalah masa kejayaan umat Islam, yang kemudian dihancurkan oleh si munafik Kemal Pasha Attaturk yang membawa risalah barat sang penghancur…

Mengapa banyak umat Muslim yang lebih mengenal Napoleon yang berpura-pura menjadi muslim untuk menjebak umat Islam daripada Shalahudin Al-Ayyubi sang Panglima Kaum Muslim yang memenangkan perang salib?

Kemudian satu cara baru yang sangat efektif dalam proses westernisasi adalah memperalat atau mempengaruhi para pejabat tinggi dan menengah di pemerintahan atau tokoh-tokoh panutan masyarakat Islam agar dapat mengsukseskan program westernisasi, jadi tidak heran ketika Gus Dur mati-matian mendukung gerakan sesat Ahmadiyah dan mengatakan bahwa Ormas Islam yang anti Ahmadiyah adalah ‘preman berjubah’ lalu gerakan fundamentalis yang memperjuangkan syariat Islam akan hancur dengan sendirinya.. lalu betapa menyakitkan hati kaum muslimah karena pernyataan Gus Dur yang menolak RUU Pornografi berkata bahwa “wanita berkerudung dan berpakaian tertutup lebih memancing nafsu syahwat ketimbang wanita yang berpenampilan seksi”

Naudzu billahi min dzalik bapak yang satu ini….

Dan masih banyak lagi ‘produk-produk’ westernisasi yang tak pernah disadari oleh umat Islam.

Harapan saya, jadilah muslim dan muslimah yang mengikrarkan ‘laa ilaaha illallah, muhammadur rasulullah” benar-benar dari lubuk hati dan sempurna dalam perbuatan. Tidak akan ada manfaat bagi kita jika mengikuti para ‘musuh islam’ jadilah mawar diantara rerumputan, yang menarik untuk dipetik dan diletakan dalam hiasan vas indah. Dan jangan menjadi rumput diantara rerumputan lain yang diinjak-injak, dipangkas dan dibuang di tempat sampah, atau dibiarkan sampai menjadi liar. ,

dan ingatlah “barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya”


Kamis, 23 Oktober 2008

Apa Artinya Saya Menganut Islam?




Selasa, 14 Oktober 2008

Adab-adab Pergaulan

The image “http://www.simplyislam.com/images/products/1288.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.1. Apabila seorang datang langsung berbicara sebelum memberi salam maka janganlah dijawab. (HR. Ad-Dainuri dan Tirmidzi)

2. Lakukanlah ziarah dengan jarang-jarang agar lebih menambah kemesraan. (HR. Ibnu Hibban)

3. Laki-laki memberi salam kepada wantia dan wanita jangan memberi salam kepada laki-laki. (HR. Ad-Dainuri)

4. Apabila kamu saling berjumpa maka saling mengucap salam dan bersalam-salaman, dan bila berpisah maka berpisahlah dengan ucapan istighfar. (HR. Ath-Thahawi)

5. Sahabat Anas Ra berkata, "Kami disuruh oleh Rasulullah Saw agar jawaban kami tidak lebih daripada "wa'alaikum". (HR. Ad-Dainuri).

Penjelasan:

Yakni ketika orang non muslim (Yahudi, Nasrani, dan lain-lain) memberi salam kepada seorang muslim maka jawabannya tidak boleh lebih dari: "Wa'alaikum," artinya: "Dan juga bagimu". Namun jika yang mengucapkan salam tersebut orang Islam, maka kita harus membalasnya dengan ucapan yang lebih baik, atau minimal sama. Firman Allah, "Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu." (Surat 4. AN NISAA' - Ayat 86)

6. Apabila dua orang muslim saling berjumpa lalu berjabatan tangan dan mengucap "Alhamdulillah" dan beristighfar maka Allah 'Azza Wajalla mengampuni mereka. (HR. Abu Dawud)

7. Senyummu ke wajah saudaramu adalah sodaqoh. (Mashabih Assunnah)

8. Apabila berkumpul tiga orang janganlah yang dua orang berbisik-bisik (bicara rahasia) dan meninggalkan orang yang ketiga (karena hal tersebut akan menimbulkan kesedihan dan perasaan tidak enak baginya). (HR. Bukhari)

9. Apabila seorang bertamu lalu minta ijin (mengetuk pintu atau memanggil-manggil) sampai tiga kali dan tidak ditemui (tidak dibukakan pintu) maka hendaklah ia pulang. (HR. Bukhari)

10. Seorang tamu yang masuk ke rumah suatu kaum hendaklah duduk di tempat yang ditunjuk kaum itu sebab mereka lebih mengenal tempat-tempat aurat rumah mereka. (HR. Ath-Thabrani)

11. Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang sholeh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk. (HR. Al Hakim)

12. Seseorang adalah sejalan dan sealiran dengan kawan akrabnya, maka hendaklah kamu berhati-hati dalam memilih kawan pendamping. (HR. Ahmad)

13. Sesungguhnya Allah Ta'ala menyukai kelestarian atas keakraban kawan lama, maka peliharalah kelangsungannya. (HR. Ad-Dailami)

14. Seorang mukmin yang bergaul dan sabar terhadap gangguan orang, lebih besar pahalanya dari yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar dalam menghadapi gangguan mereka. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

15. Amal perbuatan yang paling disukai Allah sesudah yang fardhu (wajib) ialah memasukkan kesenangan ke dalam hati seorang muslim. (HR. Ath-Thabrani)

16. Barangsiapa mengintip-intip rumah suatu kaum tanpa ijin mereka maka sah bagi mereka untuk mencolok matanya. (HR. Muslim)

17. Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya dia segera memperbaikinya. (HR. Bukhari)

18. Tiga perbuatan yang termasuk sangat baik, yaitu berzikir kepada Allah dalam segala situasi dan kondisi, saling menyadarkan (menasihati) satu sama lain, dan menyantuni saudara-saudaranya (yang memerlukan). (HR. Ad-Dailami)

19. Jibril Alaihissalam yang aku cintai menyuruhku agar selalu bersikap lunak (toleran dan mengalah) terhadap orang lain. (HR. Ar-Rabii')

20. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak mengecewakannya (membiarkannya menderita) dan tidak merusaknya (kehormatan dan nama baiknya). (HR. Muslim)

21. Rasulullah Saw melarang mendatangi undangan orang-orang fasik. (HR. Ath-Thabrani)

22. Janganlah kamu duduk-duduk di tepian jalan. Para sahabat berkata, "Ya Rasulullah, kami memerlukan duduk-duduk untuk berbincang-bincang." Rasulullah kemudian berkata, "Kalau memang harus duduk-duduk maka berilah jalanan haknya." Mereka bertanya, "Apa haknya jalanan itu, ya Rasulullah?" Nabi Saw menjawab, "Memalingkan pandangan (bila wanita lewat), menghindari gangguan, menjawab ucapan salam (dari orang yang lewat), dan beramar ma'ruf nahi mungkar." (Mutafaq'alaih)

23. Termasuk sunnah bila kamu menghantar pulang tamu sampai ke pintu rumahmu. (HR. Al-Baihaqi)

24. Rasulullah Saw menerima pemberian hadiah dan mendoakan ganjaran atas pemberian hadiah tersebut. (HR. Bukhari)

25. Jangan menolak hadiah dan jangan memukul kaum muslimin. (HR. Ahmad)

26. Hendaknya kamu saling memberi hadiah. Sesungguhnya pemberian hadiah itu dapat melenyapkan kedengkian. (HR. Tirmidzi dan dan Ahmad)

27. Seorang pemuda yang menghormati orang tua karena memandang usianya yang lanjut maka Allah mentakdirkan baginya pada usia lanjut orang akan menghormatinya. (HR. Tirmidzi)

28. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah menghormati tamunya. Kewajiban menjamu tamu hanya satu hari satu malam. Masa bertamu adalah tiga hari dan sesudah itu termasuk sedekah. Tidak halal bagi si tamu tinggal lebih lama sehingga menyulitkan tuan rumah. (HR. Al-Baihaqi)

29. Barangsiapa menerima kebaikan (pemberian) dari kawannya (saudaranya) tanpa diminta hendaklah diterima dan jangan dikembalikan. Sesungguhnya itu adalah rezeki yang disalurkan Allah untuknya. (HR. Al Hakim)

30. Barangsiapa membela (nama baik dan kehormatan) saudaranya tanpa kehadirannya maka Allah akan membelanya di dunia dan di akhirat. (HR. Al-Baihaqi)

31. Apabila kawan muslim seseorang digunjing dan dia tidak menyanggah (membelanya) padahal sebenarnya dia mampu membelanya maka Allah akan merendahkannya di dunia dan di akhirat. (HR. Al Baghowi dan Ibnu Babawih)

32. Jiwa-jiwa manusia ibarat pasukan. Bila saling mengenal menjadi rukun dan bila tidak saling mengenal timbul perselisihan. (HR. Muslim)

33. Tiada beriman seorang dari kamu sehingga dia mencintai segala sesuatu bagi saudaranya sebagaimana yang dia cintai bagi dirinya. (HR. Bukhari)

34. Hubungilah orang yang memutus hubungannya dengan kamu dan berilah (sesuatu) kepada orang yang enggan memberimu. Hindarkan dirimu dari orang yang menzalimi kamu (Artinya, jangan menghiraukan orang yang menzalimi kamu). (HR. Ahmad)

35. Belalah (tolonglah) kawanmu baik dia zalim maupun dizalimi. Apabila dia zalim, cegahlah dia dari perbuatannya dan bila dia dizalimi upayakanlah agar dia dimenangkan (dibela). (HR. Bukhari)

36. Barangsiapa tidak memperhatikan (mempedulikan) urusan kaum muslimin maka dia bukan termasuk dari mereka. (HR. Abu Dawud)

37. Jangan menunjukkan kegembiraan atas penderitaan saudaramu, niscaya Allah akan menyelamatkannya dan akan menimpakan (musibah) kepadamu. (HR. Aththusi dan Tirmidzi)

38. Apabila kamu memukul, hindarilah wajah. (HR. Mashabih Assunnah)

39. Wahai segenap manusia, sesungguhnya Robbmu satu dan bapakmu satu. Tidak ada kelebihan bagi seorang Arab atas orang Ajam (bukan Arab) dan bagi seorang yang bukan Arab atas orang Arab dan yang (berkulit) merah atas yang hitam dan yang hitam atas yang merah, kecuali dengan ketakwaannya. Apakah aku sudah menyampaikan hal ini? (HR. Ahmad)

40. Tidak boleh ada gangguan (akibat yang merugikan dan menyedihkan) dan tidak boleh ada paksaan. (HR. Malik)

41. Cukup jahat orang yang menghina saudaranya. (HR. Muslim)

42. Tidak halal bagi seorang muslim menjauhi (memutuskan hubungan) dengan saudaranya melebihi tiga malam. Hendaklah mereka bertemu untuk berdialog mengemukakan isi hati dan yang terbaik ialah yang pertama memberi salam (menyapa). (HR. Bukhari)

43. Barangsiapa meniru-niru tingkah laku suatu kaum maka dia tergolong dari mereka. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

44. Tidak akan masuk surga orang yang suka mencuri berita (suka mendengar-dengar berita rahasia orang lain). (HR. Bukhari)

45. Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling cinta kasih dan belas kasih seperti satu tubuh. Apabila kepala mengeluh (pusing) maka seluruh tubuh tidak bisa tidur dan demam. (HR. Muslim)

46. Kawan pendamping yang sholeh ibarat penjual minyak wangi. Bila dia tidak memberimu minyak wangi, kamu akan mencium keharumannya. Sedangkan kawan pendamping yang buruk ibarat tukang pandai besi. Bila kamu tidak terjilat apinya, kamu akan terkena asapnya. (HR. Bukhari)

Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press